P. SIDIMPUAN -- Ketua DPD PAPPRI Sumut Erucakra Mahameru, BMus, MM, hari ini melantik dan mengukuhkan DPC PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu & Pemusik Republik Indonesia) se Tabagsel di Gedung Adam Malik Kota Padangsidimpuan, Minggu 16 Februari 2026.
Acara Pelantikan sekaligus Pengukuhan PAPPRI se Tapanuli Bagian Selatan ini, secara seremonial diwakili Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPPRI Kota Padangsidimpuan berlangsung penuh khitmad dengan penyerahan bendera petaka PAPPRI kepada masing-masing DPC, dihadiri oleh Wakil Ketua & Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan antara lain H. Rusydi Nasution, Purnadi SE. Khoiruddin Siagian dan Ahmad Maulana Harahap.
Sedangkan dari unsur Forkopinda Kota Padangsidimpuan dihadiri oleh yang mewakili Wakil Walikota Padangsidimpuan, mewakili dari DANDIM 0212/Ts dan undangan lainnya.
Ketua Panitia Pelantikan & Pengukuhan PAPPRI Kota Padangsidimpuan Sondang Rezeky dalam laporannya mengatakan bahwa acara pengukuhan dan pelantikan PAPPTI Kota Padangsidimpuan khususnya, Tabagsel pada umumnya merupakan hasil musyawarah beberapa waktu lalu. Dan Saudara CHANDRA BUANA NASUTION terpilih sebagai Ketua DPC secara aklamasi dan Sekretaris ALI AMRI PAKPAHAN.
Sebelum pembacaan Surat Keputusan pengukuhan DPC PAPPRI se Tabagsel, Sekretaris DPD PAPPRI SUMUT Winwin Yestika melaporkan bahwa PAPPRI adalah organisasi profesi yg bertujuan sebagai wadah persatuan, perlindungan, dan pemberdayaan insan musik di Indonesia.
Dan PAPPRI dalam sejarah perjalanannya telah menjadi inisiator pendiri Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) pada 1996 dan membidani Lembaga Sertifikasi Profesi Musik Indonesia.
Sementara itu Ketua DPD PAPPRI Sumut Erucakra Mahameru dalam sambutannya mengharapkan dengan hadirnya PAPPRI ini di Kota Padangsidimpuan khususnya, Tabagsel pada khususnya mampu memberikan perlindungan terhadap pelaku seni dari pembajakan karya dan memastikan kepastian hukum dalam industri musik.
PAPPRI merupakan "rumah besar" bagi seluruh musisi untuk bersatu, berkolaborasi, memperluas jaringan, dan membangun kesatuan di antara sesama pekerja musik. Kata Erucakra Mahameru, menutup pidatonya (XXX)




